Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2010

File Presentasi Untuk Pengembangan SMP

File-file presentasi SMP untuk pengembangan guru yang berisi tentang Penilaian, Diagnostik, Skenario PBK, CTL, IPA Terpadu, IPS Terpadu, MOdel Pembelajaran, Pengembangan Bahan Ajar, Pengembangan Diri, Pengembangan Bahan Ajar, RPP, SIlabus bisa anda donwload di bawah ini : Cara melakukan download Setelah klik link di bawah ini, akan terbuka halaman baru yang berisi iklan. Pada Pojok Kanan atas klik SKIP ADVERTISEMENT, tunggu beberapa saat, setelah itu klik download dan masukkan kode, kemudian klik download sekali lagi. Untuk suksesnya proses donwload, jangan menggunakan software download pihak ketiga. FIle Presentasi Penilaian Baru bisa di unduh di sini FIle Presentasi Diagnostik bisa di unduh di sini FIle Presentasi skenario PBK bisa di unduh di sini FIle Presentasi CTL bisa di unduh di sini File PResentasi Pengembangan MULOK SMP bisa di unduh di sini FIle Presentasi IPA Terpadu SMP bisa di unduh di sini FIle Presentasi IPS Terpadu dan Pengembangan Tema SM...

Perangkat Pembelajaran

Berikut ini adalah silabus mata pelajaran di SMP untuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), semua dalam bentuk doc yang di-zip. Untuk membukanya perlu diekstrak terlebih dahulu dengan program winzip atau winrar atau program lain yang support. Perangkat Pembelajaran (Silabus, RPP, KKM, Pemetaan, Promes dan Prota) Untuk SMP/MTS Semester I (Ganjil) Agama Islam – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = - Matematika – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = - I P A - = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = - I P S - = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = - Bahasa Indonesia – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = - Bahasa Inggris - = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = - P Kn – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = - Keterampilan - = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = - Pendidikan Jasmani – = Kelas VII = – = Kelas VIII = – = Kelas IX = - Seni Budaya – = Kel...

Standar Isi

Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi tersebut memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, menetapkan: Standar Isi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SD-MI , SDLB , SMP-MTs , SMPLB , SMA-MA , SMALB , SMK-MAK Standar Isi Kesetaraan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 14 Tahun 2007 tentang Standar Isi untuk Program Paket A, Program Paket B dan Program Paket C.

STANDAR ISI & STANDAR KOMPETENSI / KOMPETENSI DASAR SD-MI, SMP-MTs, SMA-MA, SMK-MAK

Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi tersebut memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, menetapkan: 1. Standar Isi 2. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, tingkat : SD-MI SDLB SMP-MTs SMPLB SMA-MA SMALB SMK-MAK ( File tersedia dalam format ZIP dan PDF, bagi yang belum memiliki tool tersebut silahkan download Acrobat Reader disni dan WinZIP disini ). Semoga bermanfaat. Sumber : http://bsnp-indosia.org dalam http://dahli-ahmad.blogspot.com

Asesmen dalam Pembelajaran Sains SD

Gambar
Judul: Asesmen dalam Pembelajaran Sains SD Bahan ini cocok untuk Sekolah Dasar bagian Mohon Pilih. Nama & E-mail (Penulis): Edi Hendri Mulyana Saya Dosen di PGSD UPI Kampus Tasikmalaya Topik: Penilaian Alternatif Tanggal: 09 April 2005 ASEMEN DALAM PEMBELAJARAN SAINS SD Edi Hendri Mulyana - Dosen PGSD UPI Kampus Tasikmalaya Pendahuluan Indikator utama yang digunakan untuk menilai kualitas pembelajaran dan kelulusan siswa dari suatu lembaga pendidikan, sering didasarkan pada hasil belajar siswa yang tertera pada nilai tes hasil belajar (THB) atau Nilai EBTANAS Murni (NEM). Dampak dari pandangan tersebut yang diperkuat dengan bentuk tes yang digunakan, mendorong guru berlomba-lomba mentrasfer materi pelajaran sebanyak-banyak-nya untuk mempersiapkan anak didik dalam mengikuti THB atau Ebtanas. Akibatnya seperti yang dikemukakan oleh A. Malik Fajar dalam harian Kompas (Mei 1994:4) bahwa yang terjadi kemudian adalah anak didik dipaksa untuk melahap informasi...

Asesmen Autentik

Gambar
Asesmen autentik adalah soal-soal tes atau latihan yang sangat mendekati hasil pendidikan sains yang diinginkan. A.Pengertian Asesmen Asesmen adalah proses pengumpulan informasi tentang peserta didik, berkenaan dengan apa yang mereka ketahui dan apa yang mereka dapat lakukan (Hart, 1994). Dalam hal ini banyak cara yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi tersebut, misalnya dengan mengamati peserta didik belajar, menguji apa yang mereka hasilkan, menguji pengetahuan dan keterampilan mereka. Hal yang terpenting tentang asesmen adalah bagaimana kita dapaat menemukan apa yang sedang dipelajari peserta didik, dalam hal ini adalah suatu instrumen pengukuran untuk mengases dan mendokumentasikan pembelajaran siswa. B. Pengertian Asesmen Autentik Berikut ini adalah beberapa macam pengertian asesmen autentik dari berbagai sumber: 1. Asesmen autentik adalah soal-soal tes atau latihan yang sangat mendekati hasil pendidikan sains yang diinginkan. Latiha...

Pemetaan Pembelajaran Tematik

Gambar
Tema pembelajaran tematik sebagai alat/wahana pemersatu dari standar kompetensi setiap mata pelajaran yang dipadukan. Dalam penentuan tema dapat ditetapkan sendiri oleh guru dan/atau bersama peserta didik. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam menetapkan tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu : Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan peserta didik. Mulai dari yang termudah menuju yang sulit. Mulai dari yang sederhana menuju yang kompleks Dari yang konkret menuju ke yang abstrak. Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri peserta didik. Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan peserta didik, termasuk minat, kebutuhan peserta didik, termasuk minat, kebutuhan, dan kemampuannya. Ruang lingkup tema yang ditetapkan sebaiknya tidak terlalu luas bisa dijabarkan lagi menjadi anak tema atau subtema yang sifatnya lebih sfesifik dan lebih konkret. Anak tema atau subtema tersebut selanjutnya dapat dik...

Pembelajaran Tematik

Gambar
  Pada topik sebelumnya Pembelajaran Matematika di Sekolah sudah di jelaskan beberapa jenis pembelajaran dan teori-teori belajar, saya coba menyampaikan tentang pembelajaran tematik. Pembelajaran Tematik merupakan pembelajaran bermakna bagi siswa. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu. Oleh karena itu, guru harus merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Pengalaman belajar menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual yang menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema, sehingga siswa memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan, selain itu, dengan penerapan pembelajaran tematik disekolah dasar akan sangat membantu siswa, hal ini dilihat dari tahap perkembangan siswa yang, masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan. Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengai...

Authentic Assessment sebagai Evaluasi belajar Siswa di Sekolah

Gambar
Dewasa ini paradigma pendidikan di Indonesia sudah semakin berkembang dari pendekatan tradisional dimana siswa hanyalah sebagai objek pendidikan, kurang aktif di dalam prosesnya dan gurulah yang menjadi center utama dalam pembelajaran, menjadi pendekatan yang lebih modern yang berpusat kepada siswa. Dalam pendekatan ini, siswa aktif merekontruksi pengetahuan yang dimilikinya sedangkan guru hanyalah sebagai fasilitator untuk mengembangkan kemampuan. Di dalam pendekatan tradisional, pendidikan ditekankan pada penguasaan dan manipulasi isi. Para siswa hanya menghafalkan fakta, angka, nama, tanggal tempat, dan kejadian. Dimana mereka memperlajari mata pelajaran secara terpisah satu sama lain, mereka juga hanya dilatih dengan cara yang sama untuk memperoleh kemampuan dasar menulis dan berhitung (Johnson, 2009). Siswa seolah hanya menjadi cawan penerima ilmu dari pihak luar sehingga model penilaian yang dilakukan terkesan sangat sederhana dan hanya menekankan pada aspek-aspek yang dangk...