Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2009

Ketrampilan Dasar Mengajar

Edi Soegito Yuliani Nurani Melalui mata kuliah ini mahasiswa akan mampu menerapkan keterampilan-keterampilan dasar mengajar dalam konteks pembelajaran di kelas. Dalam mata kuliah ini mahasiswa akan mengkaji keterampilan-keterampilan yang merupakan perangkat kemampuan dasar mengajar dan berlatih menerapkannya dalam pembelajaran di kelas. Topik yang di bahas dalam mata kuliah ini adalah keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, membimbing diskusi kelompok kecil, mengelola kelas serta mengajar kelompok kecil dan perorangan. pembelian online: http://ebook.ut.ac.id/ Tinjauan Mata Kuliah Mata kuliah Kemampuan Dasar Mengajar yang berbobot 4 SKS mengajak Anda untuk mengkaji keterampilan-keterampilan yang merupakan perangkat kemampuan dasar mengajar. Ada delapan keterampilan dasar mengajar yang harus Anda kuasai dengan baik, yaitu keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajar...

Ketrampilan Dasar Mengajar

Edi Soegito Yuliani Nurani Melalui mata kuliah ini mahasiswa akan mampu menerapkan keterampilan-keterampilan dasar mengajar dalam konteks pembelajaran di kelas. Dalam mata kuliah ini mahasiswa akan mengkaji keterampilan-keterampilan yang merupakan perangkat kemampuan dasar mengajar dan berlatih menerapkannya dalam pembelajaran di kelas. Topik yang di bahas dalam mata kuliah ini adalah keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, membimbing diskusi kelompok kecil, mengelola kelas serta mengajar kelompok kecil dan perorangan. pembelian online: http://ebook.ut.ac.id/ Tinjauan Mata Kuliah Mata kuliah Kemampuan Dasar Mengajar yang berbobot 4 SKS mengajak Anda untuk mengkaji keterampilan-keterampilan yang merupakan perangkat kemampuan dasar mengajar. Ada delapan keterampilan dasar mengajar yang harus Anda kuasai dengan baik, yaitu keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajar...

Metode Pengajaran

Dalam teknologi pengajaran kita mengenal berbagai metode pengajaran antara lain: metode ceramah, tanya jawab, diskusi kelas, studi kasus, role game, simulasi, drama dan psycho drama, dsb. Di Learnit kami menerapkan metode yang paling tepat sesuai sasaran topik bahasan. Pada umumnya metode ceramah untuk memperkenalkan konsep mengambil porsi 25%, sedangkan diskusi kelas, studi kasus, dan simulasi mencapai 60%, sisanya menggunakan pengembangan metode kontigensi sesuai kebutuhan sasaran bahasan. Komposisi ini sebenarnya tidak mutlak, karena pada beberapa modul justru pembahasan soal ujian mengambil porsi terbesar. Misalnya Modul MCSE BootCAMP dan CCNA BootCAMP pembahasan soal ujian bahkan mencapai 65%. Ini semua tergantung pada sasaran modul tersebut. Intinya adalah penerapan metode pengajaran yang paling efektif, tergantung pada target materi atau pokok bahasan tersebut. Kami memahami benar prinsip ini.

Metode Pengajaran

Dalam teknologi pengajaran kita mengenal berbagai metode pengajaran antara lain: metode ceramah, tanya jawab, diskusi kelas, studi kasus, role game, simulasi, drama dan psycho drama, dsb. Di Learnit kami menerapkan metode yang paling tepat sesuai sasaran topik bahasan. Pada umumnya metode ceramah untuk memperkenalkan konsep mengambil porsi 25%, sedangkan diskusi kelas, studi kasus, dan simulasi mencapai 60%, sisanya menggunakan pengembangan metode kontigensi sesuai kebutuhan sasaran bahasan. Komposisi ini sebenarnya tidak mutlak, karena pada beberapa modul justru pembahasan soal ujian mengambil porsi terbesar. Misalnya Modul MCSE BootCAMP dan CCNA BootCAMP pembahasan soal ujian bahkan mencapai 65%. Ini semua tergantung pada sasaran modul tersebut. Intinya adalah penerapan metode pengajaran yang paling efektif, tergantung pada target materi atau pokok bahasan tersebut. Kami memahami benar prinsip ini.

Komponen CTL

TUJUH KOMPONEN CTL 1. KONSTRUKTIVISME (CONSTRUKTIVISM) Konstruktivisme (constructivisvism) merupakan landasan berfikir (filosofi) pendekatan CTL, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) dan tidak sekonyong-konyong. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide. Guru tidak akan mampu memberikan semua pengetahuan kepada siswa. Siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. Esensi dari teori konstruktivis adalah ide bahwa siswa harus menemukan dan mentransformasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain, dan apabila dikehendaki, informasi itu menjadi milik mereka sendiri. Dengan dasar, itu pembelajaran harus dik...

Komponen CTL

TUJUH KOMPONEN CTL 1. KONSTRUKTIVISME (CONSTRUKTIVISM) Konstruktivisme (constructivisvism) merupakan landasan berfikir (filosofi) pendekatan CTL, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) dan tidak sekonyong-konyong. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide. Guru tidak akan mampu memberikan semua pengetahuan kepada siswa. Siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. Esensi dari teori konstruktivis adalah ide bahwa siswa harus menemukan dan mentransformasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain, dan apabila dikehendaki, informasi itu menjadi milik mereka sendiri. Dengan dasar, itu pembelajaran harus dik...

Active Learning

1. Pengertian Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik, sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Di samping itu pembelajaran aktif (active learning) juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa/anak didik agar tetap tertuju pada proses pembelajaran. Beberapa penelitian membuktikan bahwa perhatian anak didik berkurang bersamaan dengan berlalunya waktu. Penelitian Pollio (1984) menunjukkan bahwa siswa dalam ruang kelas hanya memperhatikan pelajaran sekitar 40% dari waktu pembelajaran yang tersedia. Sementara penelitian McKeachie (1986) menyebutkan bahwa dalam sepuluh menit pertama perthatian siswa dapat mencapai 70%, dan berkurang sampai menjadi 20% pada waktu 20 menit terakhir. Kondisi tersebut di atas merupakan kondisi umum yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Hal ini menyebabkan seringnya terjadi kegagalan dala...